Home / Gampong Gunci / Sejarah Gampong Gunci

Sejarah Gampong Gunci

Mengenal Gampong Gunci

Beranjak kesebuah desa yang jauh dipedalaman yang terletak di penghujung dari kecamatan setempat yaitu Gampong Gunci Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, akses gampong ini dengan kecamatan bebatasan langsung dari Utara, sedangkan jangkauan dengan pusat Ibu Kota Kabupaten sangat jauh, bayangkan penghujung selatan menuju ke penghujung Utara.

Gampong Gunci yang terletak jauh ini selain berbatasang dengan Kecamatan setempat, juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Bireun.

batas Gampong Gunci
Perbatasan Gampong Gunci Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara dengan Gampong Lhok Cut

Sejarah Gampong

Pada zaman dahulu Gampong Gunci merupakan hutan dan banyak dihuni oleh binatang buas seperti harimau dan siapa saja yang datang ke Gampong Gunci selalu di mangsa oleh harimau, sampai-sampai saat itu tidak ada manusia yang berani untuk mendiami di daerah tersebut. Suatu ketika datang seorang Ulama yang alim dan bijaksana dari Pidie  beliau bernama Tgk. Hamzah atau lebih dikenal dengan sebutan Tgk. Khalud Pidie, begitu tiba di Gampong Gunci beliau heran kenapa tidak ada manusia yang mendiami gampong ini dan tiba-tiba beliau terperanjat melihat banyak tulang belulang manusia yang berserakan, dengan perasaan ketakutan beliau shalat Sunat 2 (dua) rakaat meminta petunjuk kepada Allah SWT. Hingga saat ini, makam tulang-belulang masih meninggalkan sejarah Gampong Gunci untuk di ingatkan oleh anak cucunya.

Beberapa waktu kemudian beliau bertapa (khalud) di gampong Gunci dengan memohon kepada Allah SWT agar semua harimau-harimau tergunci mulutnya apabila hendak memangsa manusia. Setelah beliau selesai bertapa (khalud) saat itulah harimau-harimau tidak lagi memangsa manusia karena telah dikabulkan doa beliau oleh Allah SWT, dengan begitu terguncilah mulut-mulut harimau apabila hendak memangsa manusia dan dari situlah asal mulanya nama Gampong Gunci diambil dari kisah terkunci mulut harimau. Selain itu, penghuni Gampong Gunci diperintahkan untuk menjalankan amar ma’ruf (perbuatan baik) atau mengerjakan segala perintah Allah yang artinya taat terhadap perintah Allah dan menjauhi perbuatan kemungkaran.

Berikut sejarah kepemimpinan di Gampong Gunci dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

No

Tahun

Geuchik

Kondisi Pemerintahan

Ket.

1

1932-1945

Peutua Ben Sebelum kemerdekaan Indonesia  

2

1945-1948

M. Daud Struktur kepemerintahan gampong belum efektif  

3

1948-1953

Geuchik Ben Struktur kepemerintahan gampong kurang efektif  

4

1953-1963

Peutua Ibrahim Struktur kepemerintahan gampong saat gerakan DI/TII  

5

1963-1968

M. Taleb Struktur kepemerintahan gampong saat gerakan G30/S PKI  

6

1968-1974

Ibrahim Daud Struktur kepemerintahan gampong sudah mulai efektif  

7

1974-1986

T. Banta Kasem Kepemerintahan gampong sudah mulai efektif  

8

1986-1996

Abdurrahman Ar Struktur kepemerintahan gampong tidak berjalan dengan baik karena sudah muncul konflik antara GAM dan pemerintah  

9

1996-2007

Tgk. Ramli Ar. Pemerintah gampong yang menghadapi sepanjang sejarah Konflik Aceh antara GAM dan TNI hingga damai  

10

2007

T. Jamaluddin Pemerintahan Gampong sesudah perdamaian antara pemerintahan RI dengan GAM.

11

2014-2018

Jaswar Hasan Struktur Gampong efektif

Sumber:   FGD Pengalian Sejarah Gampong  Bulan Juni 2010

Kondisi Geografis dan Demografis

Luas Gampong Gunci ± 15.000 Ha.

Batas wilayah Gampong Gunci sebagai berikut :

  • Utara       : Gampong Lhok Cut
  • Selatan    : Kabupaten Bener Meriah
  • Barat       : Gampong Blang Cut dan Kab. Bireuen.
  • Timur  : Kayee Simpree Gampong Riseh.

Nama Dusun

Gampong Gunci terdiri dari delapan (8) dusun yaitu:

  1. Dusun Lampoh Kuta
  2. Dusun Tumpok Teungoh
  3. Dusun Cot Balee
  4. Dusun Alue Anoe
  5. Dusun Paya Rubek Baroh
  6. Dusun Paya Rubek Tunong
  7. Dusun Lhok Pungki
  8. Dusun Alue Meuh

Kependudukan

Jumlah penduduk Gampong Gunci sampai dengan bulan Oktober 2010 bejumlah 2333 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 1107 orang, jumlah penduduk perempuan 1226, yang secara keseluruhan mencakup dalam 529 KK.

Data Penduduk Menurut Umur

Kelompok Usia

Setelah Konflik

L.Kuta
T. Teungoh
Cot Balee
AlueAnoe
P.R. Tunong
P. R. Baroh
Lhok Pungki
Alue Meuh
Total

0-5 tahun

55

40

31

40

10

50

34

47

307

5-17 tahun

165

91

75

86

23

137

82

144

803

17-50 tahun

135

133

93

102

29

142

105

195

934

50 keatas

30

23

46

28

9

50

32

71

289

TOTAL

385

287

245

256

71

379

253

457

2333

Sumber:   Informal Meeting BKPG Juni 2010

Data Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No

Nama Dusun

Jumlah KK

Jumlah Jiwa

Jenis Pekerjaan

Petani

Pedgang

Pns

Buruh

Peternak

Bengkel

Yang tidak bekerja

1

Lampoh Kuta

94

385

176

4

4

6

1

194

2

Tumpok Teungoh

50

287

110

5

4

7

1

1

159

3

Cot Balee

55

245

115

1

6

 

123

4

Alue Anoe

77

256

135

3

7

 

111

5

Alue Meuh

98

457

195

4

9

 

249

6

Paya Rubek Tunong

18

71

30

0

1

3

 

38

7

Paya Rubek Baroh

77

379

166

4

2

5

 

1

201

8

Lhok Pungki

60

253

143

2

 

4

   

104

TOTAL

529

2333

1070

23

11

47

2

2

985

Sumber: Informal meeting  BKPG  Juni 2010

Masyarakat Gampong Gunci 94% adalah penduduk asli, hanya 32 KK yang mengalami perpindahan penduduk baik yang datang maupun yang pindah.

1web1img_7091111Pendidikan

Sarana pendidikan formal yang ada di Gampong Gunci adalah Sekolah Dasar Negeri 23 Sawang dan Sekolah Dasar Negeri  16 Sawang serta SMP Negeri satu atap Sawang dengan jumlah pengajar seluruhnya 65 orang, 3 orang kepala sekolah dan 25 orang guru dengan status PNS, 3 guru kontrak pusat dan 37 orang guru honor murni.

Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di Gampong Gunci adalah Posyandu. Posyandu merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kesehatan dari kegiatan masyarakat Gunci yang di adakan setiap satu bulan sekali. Dalam kegiatan tersebut terlihat kerja sama antara kader-kader posyandu dengan petugas kesehatan baik dari puskesmas maupun bidan gampong.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan posyandu antara   lain :

  • Pendaftaran balita;
  • Penimbangan balita;
  • Pemberian makanan tambahan;
  • Pemberian imunisasi baik pada bayi ataupun ibu hamil;
  • Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi;
  • Pemeriksaan kehamilan.

Sosial-Ekonomi

Kehidupan masyarakat Gampong Gunci secara sosial ekonomi masih berada dibawah garis kemiskinan, hal ini disebabkan kurangnya pemamfaatan sumberdaya alam yang tersedia. Gampong Gunci yang terdiri dari 8 (delapan) Dusun memiliki potensi yang sangat baik, luas lahan yang belum dimanfaatkan di Gampong Gunci kira-kira seluas 9.000 hektar. Potensi tersebut seharusnya dapat di manfaatkan oleh masyarakat gampong untuk memanfaatkan lahan terlantar tersebut untuk tanaman holtikultura dan tanaman tahunan sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga. Hal ini harus dilakukan mengingat secara umum mata pencaharian masyarakat di Gampong Gunci adalah petani yang mengandalkan lahan pertanian dan perkebunan untuk menghidupkan keluarganya, namun demikian ada beberapa sektor lain yang menjadi handalan pendapatan masyarakat. Seperti dagang kecil-kecilan, industri rumah tangga, tukang, bengkel dan ada juga yang bekerja sebagai pegawai negeri.

Sosial dan Budaya

Kultur sosial budaya di Gampong Gunci masih sangat kental mereka jalankan hal ini diwariskan secara turun temurun terus ditanamkan kepada generasi muda. Ini sangat mudah dijumpai seperti masih adanya kenduri blang, kenduri Maulid, dalail qairat (puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW serta tahlilal di tempat orang meninggal, dan lain-lain. Rasa kebersamaan dan saling membantu masih membekas disetiap hati warga masyarakat Gampong Gunci.

Kelompok Kegiatan Sosial, keagamaan dan budaya

Nama Kelompok Struktur Organisasi Kegiatan / Keterangan Singkat
Kelompok Pengajian Umum Ketua : Tgk. Ramli Ar Pengajian gampong yang diadakan setiap malam Jumat
Kelompok Pengajian ibu-ibu Ketua : Saudah Risyad Pengajian gampong yang diadakan setiap hari Jumat
Kelompok  Pengajian Pemuda Ketua : Muhammad Salam Pengajian gampong yang diadakan setiap malam Rabu
Kelompok PKK Ketua          : Eli Endrayani

Sekretaris  : Mursyidah

Bendahara : Manawati

Anggota     : 1. Rohani Ib. 2. Khansiah

3. Rusmawati

Masa jabatan

2007 s/d 2012

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial baik yang ada digampong maupun luar gampong cukup besar. Hal ini, dilakukan masyarakat karena pada dasarnya setiap manusia memiliki ikatan sosial yang tinggi dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian kesadaran masyarakat untuk hidup rukun damai, saling bantu-membantu serta peduli dengan keberadaan orang lain menjadi modal dalam lingkungan sosial masyarakat. Kepedulian sosial masyarakat lebih kental dirasakan pada saat sebelum bencana konflik terjadi, sedangkan setelah kejadian bencana konflik kecenderungan masyarakat lebih sibuk dengan usahanya sendiri. Walaupun demikian masyarakat masih tetap berpartisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti adanya kenduri, wirid yasin yang diadakan seminggu sekali, maupun kegiatan sosial lainnya yang diadakan dalam masyarakat.

Fasilitas Umum

Jenis

Ukuran/daya tampung

Kondisi

Meunasah Induk

12 x 10 (180 jamaah)

Layak pakai
Meunasah Dusun Lhok Pungki

8 x 6 ( 60 Jamaah)

Layak pakai dan perlu perbaikan
Meunasah dusun paya Rubek Tunong

7 x 5 (45 jamaah)

Layak pakai dan perlu perbaikan
Meunasah Dusun Paya Rabo Baroh

8 x 6 (60 Jamaah)

Layak pakai dan perlu perbaikan
Meunasah Dusun Alue Meuh

6 x 5 (30 Jamaah)

Layak pakai dan perlu perbaikan
Meunasah Dusun Alue Anoe

10 x 8 (100 Jamaah)

Layak pakai dan perlu perbaikan
Balai pengajian/TPA :

1.    Nurussalam

2.    Hidayatul Ilmi

3.    Nurul Iman (Alue Meuh)

4.    Darul Mu`min

8 x 5 m (60 orang)

7 x 6 m (40 orang)

8 x 5 ( 60 0rang)

8 x 5 (50 orang)

Layak pakai

Layak pakai

Baru siap 60%

 

Layak pakai

 

Mesjid Darul Mahabbah (Induk)

360 Jamaah

Layak pakai dan perlu perbaikan
Mesjid Baitul Mu`min Dusun Alue Meuh

100 Jamaah

Layak pakai dan perlu perbaikan
Mesjid Baitul Akla Dusun Paya rubek Tunong

150 Jamaah

Baru siap 30%
PAUD Bungong Meuh

30 orang

Belum ada gedung masih numpang di meunasah
TK Paya Rubek Baroh

20 murid

Numpang di SDN 23
TK Bungong Jeumpa Kuneng

30 murid

Layak pakai
SDN 23 Sawang

240 murid

Layak pakai
SDN 16 Sawang

240 murid

Layak pakai
SMP N Satu atap

80 siswa

Layak pakai
MCK umum Tumpok Teungoh

6 x 2 (3 unit)

Layak pakai
MCK umum dusun Lampoh kuta

4 x 2 (2 unit)

Layak pakai
Kuburan  Tgk Kalut

2000 meter

Belum ada pagar
Kuburan Sejarah Gampong Korban Harimau

1600 meter

Belum ada pagar
Kuburan umum Tgk Mon Minyeuk

2000 meter

Belum ada pagar
Kuburan umum Tgk. Babah Lhueng

1600 meter

Belum ada pagar

Sumber : FGD Profil Gampong Juni 2010

Sumber BKPG 2010 
By. Fazir Ramli, SP

About sawangcity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *